Bantuan Hibah Pengmas “IbPUD” Dirasakan Oleh Pengrajin Rotan

(UWG, 29/9/2017). LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Widyagama Malang, melalui dosennya dari Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin yakni Bapak Ir. H. Toni Dwi Putra, BE.,MMT., sebagai pelaksana program hibah pengabdian kepada masyarakat dalam skema IbPUD (Ipteks bagi Produk Unggulan Daerah), berusaha mengangkat pengrajin rotan di kelurahan Balearjosari Kota Malang. Program hibah pengabdian masyarakat dalam skema IbPUD tersebut berjudul Kerajinan Rotan dan Bahan Sintetis di Kelurahan Balearjosari Kecamatan Blimbing Kota Malang”, oleh Abah Toni (begitu biasa disapa) dengan memberikan sentuhan teknologi tepat guna dan memberikan pelatihan dan penyuluhan terhadap pengrajin rotan yang ada di Kelurahan Balearjosari Kota Malang tersebut diharapkan akan dapat meningkatkan omset produk rotan yang bisa menembus ekpor keluar Negeri (mancanegara). Kegiatan ini dilaksanakan sejak mulai bulan April 2017 hingga Desember 2017 (1 tahun periode pelaksanaan skema pengabdian masyarakat).

Adapun pengrajin yang mendapatkan bantuan dari program hibah pengabdian masyarakat Kemenristek Dikti melalui skema IbPUD yang dilaksanakan Ir. H. Toni Dwi Putra tersebut yakni Pengrajin rotan “Karya Rukun Rotan”, “Sakura Indah Rotan” dan “Tiq Production Rotan”, dengan diketuai oleh bapak Siyanto mendapat bantuan berupa Peralatan Mesin Gergaji (Saw Machine), dan mesin pembengkok pipa (Bending Pipe). Selain bantuan peralatan kerja, para pengarjin tersebut juga mendapatkan pembinaan skill / ketrampilan dalam bentuk pelatihan manajemen perusahaan (marketing) untuk menjadi pengrajin kelas dunia, mengelola usaha dengan memperhatikan aspek pembukuan dan perpajakan, serta memfasilitasi pengrajin untuk sering mengikuti pameran produk-produk furniture baik ditingkat lokal/daerah maupun tingkat nasional.

Hasil yang dirasakan pengrajin rotan di kelurahan Balearjosari Kota Malang, mereka merasakan senang dan bangga atas bantuan pemberian mesin Gergaji dan Bending Pipe (pembengkok pipa) yang lebih modern sehingga pengrajin rotan yang awalnya dengan peralatan manual, produksinya sangat minim dan kurang bersaing dengan produk rotan lainnya, dengan adanya bantuan mesin modern dari Abah Toni dari Universitas Widyagama Malang, sekarang kami dapat melayani permintaan dari konsumen baik itu konsumen perorangan maupun pengekspor kerajinan, kami selalu siap dan bisa memberikan layanan permintaan produk sesuai dengan yang diminta dan sesuai standar produk ekpor impor luar negeri. Tentu kami sangat berterima kasih kepada Abah Toni juga Universitas Widyagama Malang yang sering membantu kami sejak dulu, sehingga usaha kami para pengrajin rotan di kelurahan Balearjosari ini dapat maju dan berkembang. (begitu kata bapak “Siyanto” Pengrajin Rotan).

Sumber: widyagama.ac.id