Dosen Universitas Widyagama Malang Bantu Perajin Rotan Demi Mendongkrak Omzet

SURYAMALANG.COM, BLIMBING –Pengrajin rotan di Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang merupakan sentra kerajinan rotan yang telah lama terkenal.

Meski demikian, belum semua perajin memiliki manajemen yang baik, yang dapat mengerek produktivitas mereka.

Berkaca dari kondisi ini, dosen FakultasTeknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Widyagama Malang (UWG), Ir H Toni Dwi Putra BE MMT, melalui LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) melakukan program pengabdian masyarakat kepada para perajin di sana.

“Ini adalah program hibah pengabdian kepada masyarakat dari Kemenristek Dikti dalam skema IbPUD (Ipteks bagi Produk Unggulan Daerah). Kami berusaha mengangkat pengrajin rotan di kelurahan Balearjosari Kota Malang,” ujar Toni, belum lama ini.

Program dalam skema IbPUD itu berjudul  ‘Kerajinan Rotan dan Bahan Sintetis di Kelurahan Balearjosari Kecamatan Blimbing Kota Malang’.  Kegiatan ini dilaksanakan sejak mulai bulan April 2017 hinggaDesember 2017 (1 tahun periode pelaksanaan skema pengabdian masyarakat).

Pengrajin yang mendapat binaan yakni pengrajin rotan ‘Karya Rukun Rotan’, ‘Sakura Indah Rotan’, dan ‘Tiq Production Rotan’. Mereka mendapat bantuan peralatan mesin gergaji (Saw Machine), dan mesin pembengkok pipa (Bending Pipe).

Selain bantuan peralatan kerja, para pengarjin tersebut juga mendapatkan pembinaan keterampilan dalam bentuk pelatihan manajemen perusahaan (marketing) untuk menjadi perajin kelas dunia, mengelola usaha dengan memperhatikan aspek pembukuan dan perpajakan, serta memfasilitasi pengrajin untuk sering mengikuti pameran produk-produk furniture, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Perajin merasa senang dan bangga atas bantuan pemberian mesin gergaji dan pembengkok pipa ini. Semula mereka menggunakan peralatan manual, dengan produktivitas yang minim dan kurang bersaing dengan produk rotan lainnya.

“Dengan bantuan mesin modern ini, sekarang kami dapat melayani permintaan dari konsumen baik itu konsumen perorangan maupun pengekspor kerajinan, kami selalu siap dan bisa memberikan layanan permintaan produk sesuai  permintaan, termasuk untuk ekspor. Kami sangat berterima kasih kepada Pak  Toni dan Universitas Widyagama Malang,” ujar Siyanto, perajin rotan di sana.

Sumber: suryamalang.tribunnews.com